Mahasiswa KKN Untag Berikan Pelatihan Pembuatan Aksesoris dari Kain Perca

 

Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby


Divisi kewirausahaan kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Sembunganyar berikan pelatihan membuat aksesoris dari limbah kain perca. Bertempat di Balai Desa Sembunganyar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik pelatihan tersebut mendapat antusias dari Ibu PKK setempat. Beni Tri Setiawan-anggota kelompok KKN Desa Sembung Anyar menuturkan, “Salah satu limbah terbesar di desa ini adalah kain perca karena banyak wirausaha tekstil seperti pembuat kerudung, mukenah, dan baju. Sayangnya limbah tersebut dibuang dan juga ada yang dijual, karena para ibu-ibu di sini belum mengetahui cara memanfaatkan kain perca tersebut. Oelh karena itu, kami menawarkan solusi berupa pelatihan pembuatan aksesoris dari kain perca.”

Tampil sebagai narasumber dalam pelatihan, Fatma Wati yang membagikan pengalamannya kepada para  peserta. Pengusaha kerajinan dengan sistem online ini mengatakan, “Saya mencoba memberikan ilmu saya dengan mempraktekkan pembuatan bros dan gantungan kunci. Meskipun sebenarnya sederhana, ibu-ibu di sini sangat antusias. Saya senang sekali.” Lebih lanjut Fatma menjelaskan, bros dan gantungan kunci memang merupakan produk yang sederhana tapi bernilai. Apalagi hasil penjualan produk kerajinan dapat membantu perekonomian warga meskipun dibuat saat bersantai.

Beni bersyukur karena kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan respon positif. “Para peserta senang karena kegiatan ini bisa menumbuhkan minat dan mampu mengasah kreativitas mereka dalam memanfaatkan limbah di Desa Sembunganyar. Sehingga tidak terbuang sia-sia,” katanya. Dia menambahkan, “Awalnya masyarakat disini tidak tahu bahwa kain perca sangat bermanfaat, biasannya setelah sehelai kain selesai dijahit atau dibuat pakaian sisanya akan terbuang sia-sia. Padahal sisa limbah kain itu masih bisa dimanfaatkan menjadi bermacam-macam kerajinan yang fungsional.” Menurut Beni, karajinan limbah perca menjadi salah satu peluang bisnis yang sangat menguntungkan jika diolah menjadi berbagai macam produk kerajinan yang memiliki fungsi dan harga jual cukup tinggi. Dia dan kelompoknya berharap bisa menjadi inspirasi bagi warga setempat untuk memulai peluang usaha kerajinan limbah perca. (um/aep).

www.untag-sby.ac.id

 

Komentar